April 3, 2025

Morning-meadow | Penyimpanan Segala Hal Yang Bermanfaat

Menyimpan berbagai hal baik peralatan dalam skala besar ataupun kecil dibutuhkan dalam bisnis

Coca Cola Amatil Bangun Pusat Distribusi Terbesar di Cibitung

Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI), perusahaan minuman multinasional, meresmikan pusat distribusi regional di kawasan Cibitung, Jawa Barat. Pusat Distribusi ini menjadi lokasi penyimpanan hingga 2 juta karton minuman produksi Coca Cola.

Perusahaan produsen minuman berkarbonasi, jus, teh, isotonik, dan slot777 air mineral tersebut telah menyisihkan US$ 15 juta setara Rp 146 miliar dari alokasi belanja modal (capital expenditure) sepanjang 2012 untuk membangun pusat distribusi regional terbesar di Indonesia, seluas 32 ribu meter persegi ini.

Menurut Presiden Direktur Coca Cola Amatil Indonesia, Erich Rey, mengatakan ekspansi ini bertujuan untuk semakin meningkatkan daya logistik perusahaan di Indonesia.

“Kapasitasnya dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat, menjamin rencana ekspansi kapasitas produksi dan distribusi kami di Indonesia di masa mendatang,” kata Erich dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/5/2013).

Baca Juga : Tips Mencari Jasa Penyewaan Gudang Beserta Manfaatnya

Sebelumnya, CCAI telah meresmikan pusat distribusi regional seluas 10 ribu meter persegi di Medan, senilai US$ 5 juta. Pusat distribusi regional tersebut telah beroperasi sejak 2012.

Selanjutnya pada Oktober 2013, Coca Cola Amatil Indonesia menargetkan rampungnya pembangunan pusat distribusi regional di Semarang, Jawa Tengah.

Dengan ekspansi yang dilakukan, anak usaha dari Coca Cola Amatil yang berbasis di Sidney, Australia ini memiliki 9 fasilitas produksi, yakni tersebar di Cibitung, Cikedokan, Medan, Padang, Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. (Est/Nur/*)

Perusahaan minuman ringan Coca Cola bangkit dari keterpurukan saat pandemi Covid-19. Pada Kamis (23/10), perusahaan melaporkan bahwa pendapatan dan labanya mengalami peningkatan yang melebihi ekspektasi, menyusul pembukaan kembali sebagian besar bioskop dan restoran di banyak negara, secara khusus Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, Coca Cola mengalami kondisi kuartal dua yang buruk, dengan penurunan penjualan hingga sekitar 50 persen pada April lalu. Ini adalah waktu puncak, di mana banyak negara di seluruh dunia memberlakukan aturan pembatasan seperti karantina wilayah (lockdown) yang memaksa banyak bisnis dan tempat-tempat publik ditutup.

Coca Cola menghasilkan sekitar setengah dari pendapatannya dengan menjual minuman ringan di tempat-tempat umum. Penutupan yang dilakukan di banyak tempat memaksa perusahaan untuk menawarkan pengurangan sukarela kepada sekitar 4.000 pekerja di AS.

Kepala Eksekutif Coca Cola, James Quincey, mengatakan bahwa situasi saat ini sangat dinamis. Ia menyebut, potensi meningkatnya kasus Covid-19 selama musim dingin dapat mengakibatkan aturan pembatasan regional kembali diberlakukan. Pemulihan dalam penjualan “jauh-dari-rumah” telah menunjukkan tanda-tanda terhenti pada September.

“Kami tidak berharap untuk kembali ke tingkat puncak lockdown global, tetapi kami siap untuk kemunduran, karena lonjakan kasus lokal dan pembatasan serta penutupan yang ditargetkan,” kata Quincey kepada para analis.

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.