2025-02-19 | admin9

Gerebek Gudang Ekspedisi yang Dijadikan Tempat Sortir Rokok Ilegal

Bea Cukai Kudus kembali menindak peredaran rokok ilegal, selasa (7/2/2023). Kali ini penindakan dilakukan di gudang jasa ekspedisi di Kabupaten Kudus.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus, Sandy Hendratmo Sopan, mengatakan, pada Selasa (2/2/2023) sekira pukul 17.30 WIB, tim memperoleh informasi adanya gudang jasa pengiriman yang diduga digunakan sebagai tempat penyortiran rokok ilegal dari Kabupaten Jepara.

“Untuk memastikan informasi tersebut, tim segera menuju lokasi untuk melakukan pengamatan dan pemeriksaan,” ujar Sandy kepada Betanews.id melalui siaran tertulisnya, Jumat (10/2/2023).

Sekira pukul 18.00 WIB, lanjutnya, tim melakukan pemeriksaan terhadap https://www.braxtonatlakenorman.com/ beberapa paket yang dicurigai. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 60 slop rokok berjenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan merek di antaranya Luffman American Blend, Luffman Lights American Blend, New Hys Gold, Lois L Mild, dan Lois L Bold tanpa dilekati pita cukai.

“Total rokok ilegal yang diamankan sebanyak 12 ribu batang. Perkiraan nilai barang kurang lebih sebesar Rp15 juta, dengan potensi penerimaan negara kurang lebih sebesar Rp10,3 juta,” ungkapnya.

Seluruh paket berupa rokok ilegal tersebut dibawa ke Kantor Bea dan Cukai Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ia menegaskan, peredaran rokok ilegal merupakan tindak pelanggaran pidana, sesuai UU Cukai.

Pelanggaran dalam memasarkan dan menjual rokok ilegal dapat dikenakan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling banyak lima tahun. Serta denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Blitar, sebuah kota yang tengah menjadi sorotan di kalangan investor, khususnya dalam industri rokok. Keberhasilan PT. Sampoerna dan anak perusahaan Gudang Garam mendirikan dan menjalankan operasional di Bumi Bung Karno menjadi bukti bahwa Blitar sedang mengalami gelombang investasi yang signifikan di sektor ini.

Baca Juga : 3 Jasa Pergudangan Terbaik Dan Layanan Serta Penyebaran Lokasi Di Indonesia

Menurut Heru Eko Pramono, Kepala DPMPTSP Kota Blitar, tren positif ini diharapkan terus berlanjut. Apalagi, ada rencana tiga perusahaan rokok lainnya yang akan segera membuka pabrik di kota tersebut.

“Saat ini, satu perusahaan sedang dalam proses perizinan di kantor kami, sementara dua lainnya masih dalam tahap penjajakan lokasi potensial,” ungkapnya tanpa menyebutkan nama perusahaan yang dimaksud, Selasa (2/4/2024).

Kehadiran perusahaan rokok yang mengajukan perizinan di Blitar tidak terlepas dari fakta bahwa kota ini menawarkan banyak keuntungan bagi investor. Lokasinya yang strategis, dekat dengan Bandara Dhoho Internasional Kediri, membuatnya menjadi pusat distribusi yang potensial untuk produk-produk rokok.

Selain itu, rencana pembangunan tol Malang-Tulungagung-Kediri juga akan semakin memperlancar akses ke dan dari kota ini.

“Kami masih dalam proses perizinan, sehingga belum sampai pada tahap di mana nilai investasi dapat diumumkan secara resmi,” tambah Heru Eko Pramono dengan hati-hati.

Tak hanya faktor infrastruktur, biaya tenaga kerja yang relatif rendah juga menjadi daya tarik bagi investor. UMR Kota Blitar hanya sebesar Rp2.330.000 per bulan, jauh di bawah UMR di daerah-daerah industri lainnya seperti Surabaya, Mojokerto, dan Gresik yang telah mencapai Rp4 juta per bulan.

“Kondisi ini tentu menjadi pertimbangan penting bagi para investor dalam membuat keputusan investasi mereka,” lanjut Heru.

Share: Facebook Twitter Linkedin